Sumber: Kilat.com
Selat Hormuz Ditutup, Ekonomi Indonesia Terancam Terdampak Konflik AS-Israel-Iran
Jakarta, Kunci Hukum – Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran berpotensi membawa dampak serius terhadap perekonomian Indonesia. Penutupan Selat Hormuz oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memicu gangguan jalur perdagangan global dan lonjakan harga minyak dunia.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta Kamdani, mengatakan dampak paling cepat yang akan dirasakan Indonesia adalah terganggunya rute perdagangan, khususnya menuju kawasan Timur Tengah.
“Dampak eskalasi konflik AS, Israel, Iran yang akan terasa paling langsung dan immediate untuk Indonesia adalah gangguan pada rute perdagangan, khususnya yang mengarah ke Timur Tengah dan sekitarnya saat ini Selat Hormuz ditutup, dan kapal-kapal komersial dilarang mendekat,” ujar Shinta, Minggu (1/3/2026).
Jalur Energi Global Tersendat
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Sekitar 18–20 juta barel minyak per hari atau hampir seperlima konsumsi minyak dunia melintasi perairan tersebut.
Penutupan jalur ini terjadi setelah IRGC mengumumkan blokade total pada Selasa (3/3/2026). IRGC bahkan mengancam akan menyerang kapal yang mencoba melintas. Ketegangan meningkat usai operasi militer gabungan AS–Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026, yang kemudian dibalas serangan rudal dan drone oleh Teheran.
Akibatnya, sejumlah kapal tanker dan perusahaan energi menangguhkan pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG). Citra satelit menunjukkan kapal-kapal menumpuk di sekitar pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab, tanpa berani melintasi selat.
Biaya Logistik dan Asuransi Melonjak
Shinta menilai gangguan ini bukan hanya berdampak pada perdagangan langsung ke Timur Tengah, tetapi juga ke Eropa dan Afrika yang terhubung melalui jalur tersebut.
Menurutnya, risiko keamanan yang meningkat membuat premi asuransi pengiriman melonjak. Di sisi lain, jumlah kapal yang berani melintas menyusut, sehingga kapasitas angkut berkurang dan tarif logistik berpotensi naik.
“Selain mengganggu kelancaran perdagangan, kita juga harus mengantisipasi lonjakan biaya perdagangan akibat peningkatan beban asuransi dan penurunan volume kapal yang melintas,” jelasnya.
Ia memperkirakan dampak langsung dapat dirasakan dalam beberapa hari hingga dua atau tiga minggu ke depan, tergantung perkembangan konflik.
Harga Minyak Terancam Tembus 100 Dolar AS
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, memproyeksikan harga minyak mentah dunia berpotensi menembus 100 hingga 120 dolar AS per barel jika blokade berlangsung lama.
Harga minyak mentah Brent pada perdagangan Senin (2/3/2026) tercatat melonjak hingga 12 persen dan sempat menyentuh 78,2 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik ke kisaran 71,9 dolar AS per barel.
Sebagai negara net importir minyak, Indonesia dinilai akan menghadapi tekanan besar terhadap harga bahan bakar minyak (BBM), beban subsidi energi, cadangan devisa, neraca pembayaran, serta nilai tukar rupiah.
“Kondisi diperburuk oleh ditolaknya pengajuan asuransi kapal logistik yang melewati area konflik. Ini menyebabkan kesulitan importasi minyak bagi banyak negara,” kata Bhima.
Pemerintah Diminta Siapkan Stimulus
Apindo meminta pemerintah bersikap pre-emptive dalam memonitor ketahanan fundamental ekonomi nasional dan lebih lincah menyiapkan stimulus, terutama untuk menjaga ekspor dan investasi asing langsung (FDI).
“Pemerintah perlu memastikan stabilitas makroekonomi tetap terjaga agar pertumbuhan nasional tidak terganggu oleh spillover konflik global,” ujar Shinta.
Di tengah momentum Ramadhan dan menjelang Lebaran, tekanan terhadap harga komoditas impor seperti bahan bakar dan pangan dikhawatirkan dapat memicu inflasi domestik apabila konflik berkepanjangan.
Hingga kini, situasi di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Presiden AS Donald Trump bahkan menyatakan kemungkinan konflik dapat berlangsung hingga beberapa minggu ke depan.
Penulis: Muhamad Seha
Editor: Rofi Nurrohmah
Baca Artikel Menarik Lainnya!
KITA SEMUA BERDUKA: Mahasiswa Unud Tewas Usai Melo...
18 October 2025
Waktu Baca: 3 menit
Baca Selengkapnya →
Fleksibel Tapi Nggak Aman: Realita Gig Worker di I...
26 May 2025
Waktu Baca: 6 menit
Baca Selengkapnya →
Ini Kata Hukum Internasional Tentang Serangan Bala...
21 June 2025
Waktu Baca: 6 menit
Baca Selengkapnya →