
Sumber: Kom.com
Kedaulatan Pangan Terancam Dirut Agrinas Mundur Usai Singgung 90% Sektor Dikuasai Swasta
Jakarta — Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), Joao Angelo De Sousa Mota, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Senin, 11 Agustus 2025. Keputusan ini diambil hanya enam bulan setelah ia dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memimpin BUMN pangan tersebut. Surat pengunduran diri Joao disampaikan kepada manajemen Agrinas Pangan Nusantara dan diteruskan ke Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai induk perusahaan.
Dalam pernyataannya, Joao menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Prabowo karena merasa belum mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian negara maupun kesejahteraan petani. “Kami sampai hari ini belum dapat memberikan kontribusi yang nyata dan langsung kepada ekonomi negara maupun kontribusi kami dalam mewujudkan kesejahteraan petani,” ujarnya seperti dikutip dari Tempo.co.
Joao juga mengungkapkan bahwa ia mundur demi menjaga integritas dirinya. “Saya mengambil langkah ini demi kehormatan saya. Saya begitu bersemangat ingin berkontribusi dan terlibat membangun masyarakat petani, membangun pertanian kita. Tetapi kami tidak didukung oleh pembantu-pembantu presiden, dengan membuat birokrasi yang sangat bertele-tele,” kata Joao di kantornya”
Ia menilai pemerintah belum mampu menguasai mayoritas sektor pangan nasional.“Pemerintah selama ini hanya mampu menguasai 10 persen dari sektor pangan nasional. Sedangkan 90 persen lainnya dikuasai para pengusaha dan pebisnis yang sangat berbahaya bagi keberlangsungan kedaulatan pangan suatu bangsa. Negara yang tidak bisa menguasai hal-hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak, khususnya pangan, itu sangat berbahaya,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Joao menyampaikan bahwa hambatan ini membuat target besar Presiden untuk kedaulatan pangan sulit diwujudkan. “Dengan segala hormat, mohon maaf kepada Bapak Presiden … kami gagal mewujudkan apa yang beliau inginkan,” kata Joao dalam pidatonya yang juga dilaporkan Kompas.TV.
Sementara itu, laporan Tempo.co menyebut dinamika internal di Danantara turut menjadi salah satu alasan yang mendorong Joao memutuskan mundur. Namun, Joao tidak merinci lebih jauh terkait detail persoalan internal tersebut.
PT Agrinas Pangan Nusantara dibentuk sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional. Perusahaan ini berada di bawah BPI Danantara yang menjadi badan pengelola investasi strategis negara. Meski demikian, dalam enam bulan masa jabatan Joao, program kerja yang direncanakan belum dapat berjalan optimal karena keterbatasan anggaran dan dukungan yang minim dari pihak terkait.
Pengunduran diri Joao ini menambah daftar panjang perubahan pucuk pimpinan di BUMN strategis dalam beberapa tahun terakhir. Hingga berita ini diturunkan, pihak Danantara belum memberikan keterangan resmi terkait langkah yang akan diambil untuk mengisi kekosongan jabatan Direktur Utama Agrinas.
Penulis : Aisya
Editor : Windi Judithia
Baca Artikel Menarik Lainnya!

Mayo Clinic hingga Oxford, Prabowo Izinkan RS dan...
15 July 2025
Waktu Baca: 2 menit
Baca Selengkapnya →
Siapa Bertanggung Jawab? Mengupas Tuntas Pertanggu...
02 May 2025
Waktu Baca: 2 menit
Baca Selengkapnya →
Sama-sama Ganti Rugi, Apa Beda Restitusi dan Kompe...
02 May 2025
Waktu Baca: 2 menit
Baca Selengkapnya →